Wisata Religi, mengunjungi Makam Sunan Gunung Djati Cirebon

BHINNEKASHUTTLE.COM – Akulturasi kebudayaan Sunda di Cirebon faktanya berawal dari letak geografis Cirebon yang merupakan gerbang masuknya perdagangan dan juga penyebaran agama islam. Tersebutlah seorang Ulama yang cuku masyhur di tanah sunda, ia adalah Sunan Gunung Djati. Lahir pada tahun 1450 Masehi dan merupakan anak dari Nyai Rara Santang dan seseorang yang berasal dari Gujarat, India. Nyai Rara Santang sendiri sebenarnya adalah anak dari Prabu Siliwangi yang terkenal memiliki kekuatan magis dan salah seorang yang sangat di hormati di tanah pasundan. Dengan begitu Sunan Gunung Jati merupakan cucu dari Prabu Siliwangi.

Setelah dilantik menjadi Raja Cirebon oleh Pangeran Cakrabhuwana, nama syarif hidayatullah yang merupakan nama asli Sunan Gunung Jati berubah menjadi memiliki gelar Maulana. Di tahun 1526, Syech Maulana Jati menyebarkan agama Islam sampai ke Banten dan menjadikan Banten sebagai bagian dari kekuasaan kerajaan Cirebon. Tahun 1533, Banten menjadi kesultanan dan mengangkat sultan Hasanuddin sebagai sultannya yang tidak lain adalah anak dari Maulana Jati. Pada tahun 1568, ketika Syech Maulana Jati berumur 120 tahun akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya dan berpulang ke Rahmatullah. Syech Maulana Jati sekarang lebih dikenal sebagai Sunan Gunung jati karena tempat peristirahatan terakhirnya berada di atas Gunung Jati.

Akses Masuk Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati Cirebon ini terletak kira-kira sekitar 100 meter dari jalan Sunan Gunung Jati, lokasinya sekitar 6 kilometer dari pusat kota Cirebon. Apabila Kamu hendak mengunjungi makam ini dengan menggunakan kendaraan umum, ketika tiba di stasiun Harjamukti Cirebon dari situ Kamu dapat menggunakan becak dengan tujuan terminal angkutan kota Dukuh Semar yang bertempat di belakang terminal Harjamukti. Tidak terlalu jauh sebenarnya, Kamu bisa juga berjalan kaki jika berniat untuk menekan budget. Setelah itu ada banyak pilihan tetapi sebaiknya memilih untuk menggunakan Angkot D5 menuju pertigaan Krucuk yang berdekatan dengan kantor Telkom. Tarifnya lumayan murah sekitar 4000 rupiah. Setelah sampai di pertigaan Krucuk Kamu dapat berganti kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan mobil elf yang menuju ke Indramayu dengan tarif sekitar 3000 rupiah.

Untuk Kamu yang berada di luar kota seperti Jakarta dan bandung, kamu bisa menggunakan Shuttle Jurusan Jakarta – Cirebon maupun Shuttle Jurusan Bandung – Cirebon. Mudah bukan?

ziarah makam sunan gunung jati cirebon

Daya Tarik Wisata Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati memiliki bangunan yang mempunyai ciri arsitektur Jawa, Cina dan Arab. Pada desain dinding di bagian interior ruangan sangat nampak bergaya arsitektur Cina. Ini disebabkan banyaknya hiasan porselen dan keramik. Bukan hanya pada dinding, keramik yang rata-rata berumur ratusan tahun ini juga banyak terdapat di sepanjang jalan menuju makam. Pada dinding bangunan makam terdapat ukiran kaligrafi yang mencirikan arsitektur dari Arab, sedangkan atap yang berbentuk limas adalah ciri dari Jawa. Makam ini tergolong unik sebab memiliki sembilan pintu yang bersusun secara bertingkat dan mempunyai nama yang berbeda, nama dari pintu pertama sampai terakhir adalah

  1. Pintu Gapura
  2. Pintu Krapyak
  3. Pintu Pasujudan
  4. Pintu Ratnakomala
  5. Pintu Jinem
  6. Pintu Rararoga
  7. Pintu Kaca
  8. Pintu Bacem
  9. Pintu Kesembilan

Untuk para pengunjung dan peziarah hanya diperbolehkan sampai pada pintu kelima, karena setelah pintu kelima itu hanya diperbolehkan untuk kalangan keturunan Sunan Gunung Jati.

Kegiatan yang Dapat Kamu Lakukan

Tak banyak yang dapat di lakukan di sini selain berziarah ke Makam Sunan Gunung Jati, sebab memang tempat ini dikhusukan untuk wisata religi. Ketika Kamu ke makam tersebut Kamu akan melihat ternyata yang datang berziarah bukan hanya pribumi, tetapi juga dari etnis Tionghoa. Ini disebabkan dulunya Sunan Gunung Jati pernah ke negeri Tiongkok untuk menyebarkan agama Islam. Sepulangnya dari sana, anak putri dari salah satu kaisar Hong Gie jatuh cinta kepada Sunan Kalijaga dan meminta kepada ayahnya agar dapat menyusul Sunan Gunung Jati ke Cirebon dan pada umur 23 Ong Tien Nio putri dari kaisar Hong Gie wafat dan dimakamkan di dekat makam Sunan Gunung Jati.

Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Berada di Makam Sunan Gunung Jati

Berziarah ke Makam Sunan Gunung Jati adalah salah satu keinginan banyak orang maka tempat ini akan dipenuhi para peziarah, diharapkan agar tidak teledor atau tetap waspada. Di makam ini terdapat balai yang bernama balai Pelayoman. Menurut warga setempat jika ada seseorang yang tertidur di balai tersebut ketika kembali ke rumahnya maka orang tersebut akan meninggal dunia.

Makam ini memang tak pernah sepi oleh peziarah yang datang dari seluruh pelosok negeri ini. Bukan hanya itu, beberapa peziarah juga datang dari luar negeri, di komplek pemakaman ini banyak warga yang menjual berbagai macam kebutuhan utamanya makanan. Jadi tidak usah takut untuk menginap di tempat ini. Toilet juga tersedia di tempat ini untuk kegiatan MCK dengan cukup dengan membayar Rp 2.000 rupiah untuk buang air kecil dan Rp 3.000 rupiah untuk mandi dan buang air besar.

Article by Transmania.id