Museum Basuki Abdullah, Karya Seni Yang Tak Lekang Waktu

BHINNEKASHUTTLE.COM – Diantara museum museum ternama di Jakarta, ada satu tempat yang tak banyak orang tahu, adalah Museum Basoeki Abdullah yang menjadi rumah bagi ratusan karya seni dari maestro pelukis ternama itu. Tak hanya lukisan tapi juga menyimpan koleksi pribadi Basoeki Abdullah lainnya seperti, patung, topeng, wayang dan senjata. Museum yang terletak di jakarta Selatan ini secara resmi dikelola oleh kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Museum ini tak hanya menyajikan karya seni, melainkan juga digunakan untuk kegiatan seminar, lokakarya, serta menerbitkan bermacam bentuk publikasi seperti katalog, biografi, kumpulan artikel dan hasil penelitian.

Sejarah

Museum Basoeki Abdullah didirikan pada 25 September 2001 dan diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika.Museum ini didirikan atas wasiat Basoeki Abdullah yang meninggal dunia pada 5 November 1993. Basoeki Abdullah berpesan agar lukisan dan koleksi pribadinya berupa barang atau benda seni beserta rumah kediamannya dihibahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia.Pada tahun 1998 rumah di Jalan Keuangan Raya No 19 Cilandak Barat Jakarta Selatan diserahkan pada Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan. Bangunan rumah tingkat dua seluas ± 600 m2 dan luas tanah ± 450 m2 rumah ini kemudian direnovasi agar dapat difungsikan sebagai museum.

Koleksi

Museum ini berisi beragam karya dari Basoeki Abdullah, diantaranya lukisan asli, lukisan repro, patung, topeng, wayang kulit, wayang golek, pakaian, senjata, hiasan, peralatan dapur, mebelair, peraga, musik, foto, buku, dan ruang memorial. Jumlah koleksi pribadi (barang dan benda seni) milik Basoeki Abdullah sebanyak 720 buah, buku dan majalah sebanyak 3000 buah. Sementara itu, koleksi yang dihibahkan sebanyak 123 buah.

Lantai 1

Di lantai ini terdapat sebuah ruangan memorial berupa kamar tidur milik Basoeki Abdullah. Selain itu, ada lukisan Basoeki Abdullah ketika masih berumur 10 tahun dengan menggambar wajah Mahatma Gandhi dan wajah ayahnya Abdullah Suryo Subroto.

Lantai 2

Lukisan Tokoh Negara
Di lantai ini terdapat 40 lukisan hasil karya Basoeki Abdullah yang dipamerkan dari 115 karya lukisannya. Di lantai tersebut terdapat lukisan-lukisan dengan tema yang beragam, seperti pemandangan alam, tokoh-tokoh besar negara dan lukisan abstrak. Tokoh-tokoh besar yang pernah dia lukis adalah Pangeran Diponegoro, R.A. Kartini, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ibu Tien Soeharto, Ferdinand Marcos, Raja Fahd, Lee Kuan Yew dan tokoh lainnya sedangkan untuk lukisan pemandangan alam sendiri terdiri dari lukisan pegunungan, binatang, dan laut. Selain itu, terdapat lukisan tiga dimensi dengan tema flora fauna kekayaan langka. Lukisan ini menggambarkan seorang wanita yang menyelam di dalam laut dengan terumbu karang dan ikan-ikan. Di lantai dua juga terdapat dua buah ruangan untuk perpustakaan dan ruangan untuk penyimpanan lukisan. Di ruangan perpustakaan ini terdapat 3.000 koleksi buku milik Basoeki Abdullah.

Lukisan ‘Melirik’

Judul lukisan ‘melirik’ ini adalah ‘Flora dan Fauna’, menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Lukisan tersebut menggambarkan seorang pemuda yang sedang menyelam di antara terumbu karang dan ikan-ikan. Lukisan ini terdapat di ruang pamer bagian pemandangan alam.

Sepintas tidak ada yang aneh dengan lukisan ini, sampai Kamu menatap lekat-lekat mata pemuda yang berada di dalam lukisan. Benar saja, ketika Kita bergerak ke kiri, mata tersebut seakan mengikuti. Kita berpindah ke arah kanan, mata tersebut juga seakan melirik ke arah Kita.

Diketahui, Basoeki Abdullah adalah penganut aliran Naturalisme yakni pelukis yang menyukai keindahan alam, namun banyak juga beliau melukis tokoh – tokoh terkenal.

Sebenarnya fenomena lukisan melirik tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah, dan tidak ada hubungannya dengan unsur mistis apapun. Itu adalah ilusi optik belaka, yang hanya bisa dilakukan pelukis jenius seperti Basoeki Abdullah.

Kamu yang penasaran bisa langsung mengunjungi Museum Basoeki Abdullah untuk membuktikan sendiri apakah benar lukisan tersebut bisa melirik atau tidak. Tiket masuknya pun dipatok cukup murah. Pengunjung dewasa hanya sebesar Rp 2.000 rupiah, untuk anak-anak hanya Rp 1.000 saja, sementara turis asing sebesar Rp 10.000.

Jam buka Museum Basoeki Abdullah mulai dari pukul 08.30 WIB pagi hingga pukul 16.00 WIB. Museum tutup di hari Senin dan hari libur nasional, dan buka dari hari Selasa hingga Minggu. Untuk kamu yang berasal dari luar Kota Jakarta, tidak perlu kawatir karena kini sudah ada banyak moda transportasi yang bisa Kamu gunakan. Misalnya saja Shuttle Jurusan Bandung – Jakarta, atau Shuttle Jurusan Cirebon – Jakarta. Selanjutnya kamu bisa menggunakan ojek atau kendaraan umum lainnya untuk mencapai museum Basoeki Abdullah.

Selamat berlibur dan selalu jaga kebersihan obyek wisata ini ya guys!

Article by Transmania.id