Menelisik Artefak Pra Sejarah Di Museum Tengah Kebun – Jakarta

BHINNEKASHUTTLE.COM – Bicara soal kota metropolitan Jakarta, tak melulu harus soal belanja di mall mewah dan sekedar nongkrong di kafe ternama. Tidak ada salahnya kita mulai mengenal kebudayaan yang kini mulai luntur tergerus jaman dan urbanisasi. Kali ini kita akan membahas satu tempat di kawasan Kemang Timur yang menyajikan artefak pra sejarah yang tak banyak orang tahu. Adalah museum di tengah Kebun yang terletak di Jl kemang Timur No 66, Jakarta Selatan.

Tidak seperti museum pada umumnya yang dikelola oleh pemerintah. Museum Ditengah Kebun ini adalah milik pribadi yakni Bapak Sjahrial Djalil, seorang yang cukup berpengaruh di bidang periklanan Indonesia. Dibangunnya museum ini adalah langkah melestarikan kebudayaan dan artefak asli Indonesia yang banyak di curi dan di lelang di luar negeri dengan nilai yang cukup fantastis. Tak heran Bp Sjahrial Djalil pun rela berkeliling dunia untuk berburu barang antik ini untuk mengembalikannya ke tanah air Indonesia.Artefak tersebut antara lain fosil, sampai dengan arca-arca candi yang banyak di curi.

Sebagai bentuk edukasi terhadap masyarakat, akhirnya rumah pribadi Bp Sjahrial Djalil ini dibuka untuk umum tanpa di pungut biaya sepeserpun. Sampai saat ini sudah ada ribuan koleksi yang sudah kembali ke Indonesia. Lebih mengesankan lagi, artefak tersebut bahkan berasal dari Jaman Turasik, Batu, Abad Dua Puluh, hingga koleksi peradaban Tiongkok dan Islam.

Berkelana Menyusuri Masa Lampau

Berkunjung ke Museum di Tengah kebun seperti berkunjung ke rumah pribadi. Struktur tanah yang berbentuk bottle neck mengharuskan Kamu untuk melewati gang kecil yang cukup rindang untuk sampai di museum. Ketika kamu memasuki pelataran rumah, Kamu akan seperti masuk kedalam lorong waktu yang membawa Kamu pada jaman dulu kala.

Bangunan museum berdiri di atas tanah seluas 4200 m2 dengan luas bangunan 700m2. Sehingga museum dikelilingi oleh kebun yang sangat asri dan ditata dengan apik. Dari sinilah nama Museum Tengah Kebun berawal. Bangunan museum sangat modern dan juga kebunnya sudah memakai sistem resapan biopori sehingga siap menampung jumlah air hujan yang berlebih.

Terdapat lebih dari 2800 koleksi yang sudah dikumpulkan selama 42 tahun. Barang ini didapat oleh Bapak Sjahrial dari hasil lelang yang dikumpulkannya dari seluruh dunia. Bapak Sjahrial telah berkeliling selama 26 kali untuk mengunjungi balai lelang di berbagai kota di Eropa, Hong Kong, Amerika, dan Australia. Total seluruh koleksinya berasal dari 63 negara dan 21 provinsi di Indonesia.

Museum ini sangat berbeda dengan museum lainnya yang dikelola pemerintah. Sebagai rumah sekaligus tempat tinggal, museum sangat tertata rapi dan bersih. Semua hasil koleksi terawat dengan baik dan ditempatkan sesuai dengan kelompoknya. Tidak heran kalau museum ini mendapatkan penghargaan sebagai Museum Swasta Terbaik dari ajang Museum Award 2013.

Penempatan koleksi juga ditata secara apik. Mulai dari patung-patung yang ditempel di dinding, sampai batu bata yang terdapat diluar bangunan juga berasal dari jaman sejarah. Setiap koleksi ada label nama dan tahun sebagai identitas benda. Jangan khawatir jika tidak dapat dimengerti, karena tersedia guide yang menjelaskan setiap ruangan dan benda-benda yang ada di museum tersebut.

Lamanya menjelajah ruangan demi ruangan tidak lebih dari tiga jam. Karena banyaknya sisi-sisi sejarah dan ruangan yang ada, terkadang mampu membuat pengunjung terpesona dengan koleksinya yang beragam. Dan perlu diketahui bahwa tidak semua tempat dapat diabadikan sehingga harus dengan seijin guide.

Beberapa isu “penunggu” juga sempat menghantui museum ini. Kisah aneh dan tidak masuk akal banyak diceritakan oleh guide. Oleh karena itu, untuk keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung, maka usia terendah yang boleh masuk ke museum ini adalah setara Sekolah Menengah Pertama. Bagi pengunjung usia Sekolah Dasar sudah tidak diperbolehkan lagi mengunjungi museum.

Waktu Berkunjung

Karena museum ini merupakan rumah pribadi, ada satu hal yang perlu kamu ketahui. Untuk berkunjung ke museum ini diharuskan membuat reservasi ke 021-7196907 atau HP 087782387666 untuk rombongan minimal 7 orang dan maksimal 15 orang. Kemudian menitipkan uang jaminan sebesar Rp200.000 yang akan dikembalikan pada saat kunjungan. Ini untuk mengantisipasi pembatalan secara mendadak.

Pilihan hari berkunjung hanya tersedia pada hari Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Dibagi dalam dua grup yaitu jam 09.00-12.00 WIB dan jam 12.30-15.30 WIB. Waktu kedatangan harus tepat dengan perjanjian , tidak boleh terlambat. Dikarenakan ada banyak rombongan yang datang, sehingga diharapkan akan selesai sesuai jadwal. Bagi para pengunjung tersedia minuman yang disediakan secara gratis.

Nah itulah sekilas mengenai lokasi wisata di Selatan Jakarta yang tak banyak orang tahu. Kamu tertarik untuk mengunjungi museum unik ini? Untuk Kamu yang ada di luar kota Jakarta seperti bandung, Kamu bisa menggunakan Shuttle Jurusan Bandung – Jakarta. Simple kan?

‘Yuk, berkunjung ke Museum Ditengah Kebun!