Berwisata dan Belajar Kebudayaan Sunda di Saung Angklung Udjo

BHINNEKASHUTTLE.COM – Kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam akan selalu lestari jika kita sebagai masyarakat mengetahui dan juga mempelajari apa itu esensi dari kebudayaan. Kebudayaan Sunda adalah salah satu warisan nenek moyang yang harus selalu kita jaga keberlangsungannya. Untuk Kamu yang ingin belajar sedikit mengenai kebudayaan Sunda, cobalah untuk mengunungi Saung Angklung Udjo.

Saung Angklung Udjo dibangun tahun 1993 oleh Udjo Ngalagena atau yang dikenal sebagai Mang Udjo bersama istrinya Uum Sumiati. Saung Angklung Udjo ini didirikan untuk melestarikan seni dan budaya tradisional Sunda. Di Saung Angklung Udjo, kamu bisa melihat pertunjukan angklung dan berbagai macam kesenian khas Jawa Barat.

Sepeninggal Udjo Ngalagena pada tanggal 03 Mei 2001, Saung Angklung Udjo tetap diteruskan oleh para putra – putri Udjo Ngalagena sehingga Saung Angklung Udjo tetap ramai dengan pengunjung yang ingin menyaksikan keindahan kesenian tradisional daerah.

Pertunjukan di Saung Angklung Udjo

Pertunjukan seni ditampilkan setiap hari, dari jam 15.30 sampai dengan jam 17.30. Pertunjukan tersebut tidak hanya diisi dengan permainan Angklung saja, tetapi juga diisi dengan tarian tradisional dan wayang golek.

Pertunjukkan kesenian tidak terbatas hanya di lokasi Saung Angklung Udjo, melainkan juga dapat tampil dengan undangan di berbagai tempat. Selain itu Saung Angklung Udjo juga menjual berbagai alat musik bambu tradisional seperti angklung, calung, arumba, dan lain-lain).

Pertunjukan yang dapat Kamu saksikan di Saung Angklung Udjo yaitu:

1. Demonstrasi wayang golek

Pementasan sandiwara boneka kayu khas Sunda yang mirip badan manusia lengkap dengan kostumnya. Setiap pementasan wayang golek selalu ada pesan moralnya.

2. Helaran

Helaran biasanya dimainkan untuk upacara tradisional khitanan dan upacara panen padi. Karena bertujuan untuk menghibur dan bersyukur pada Tuhan, musiknya bersifat semangat dan riang. Angklung yang dipakai untuk Helaran adalah angklung yang bernada pentatonis.

3. Tari Topeng

Tarian khas Cirebon yang ditarikan oleh perempuan. Pertama mereka akan menari tanpa menggunakan topeng. Ceritanya pembawa berita dari Majapahit sedang menyelidiki keadaan Kerajaan Blambangan. Kemudian mereka mulai menari memakai topeng dengan cerita si pembawa berita menyamar menjadi seorang pria yang gagah untuk melawan Prabu Menakjingga. Topeng berwarna merah melambangkan karakter yang tempramental.

4. Angklung Orkestra

Angklung tidak hanya dipakai untuk mengiringi lagu Sunda saja. Di angklung orkestra ini, akan dimainkan berbagai jenis lagu, mulai dari balonku, twinkle-twinkle little star, sampai dengan lagu-lagu dangdut dan lagu daerah Indonesia.

5. Bermain angklung bersama

Penonton juga diberi kesempatan untuk bermain angklung. Anak-anak bimbingan Saung Angklung Udjo akan meminjamkan angklung dengan berbagai nomor. Dengan bimbingan dan instruksi dari Saung Angklung Udjo, dalam waktu yang amat singkat, penonton dapat memainkan beberapa lagu dengan angklung tersebut.

6. Menari bersama

Di akhir acara, anak-anak yang bergabung dengan Saung Angklung Udjo akan mengajak penonton untuk menari dan bernyanyi bersama.

Fasilitas Saung Angklung Udjo

Bale Karesemen

Tempat berkumpul yang juga dipakai untuk pertunjukan seni. Terdapat panggung untuk karawitan dan kursi yang terbuat dari kayu.

Buruan Sari Asih

Di sini Kamu dapat bersantai sambil menikmati suasana khas Sunda.

Pusat Produksi Angklung

Kamu dapat melihat dan belajar cara membuat angklung yang terbaik di Indonesia.

Sentra Penyuluhan Kehutanan

Unit kegiatan yang bekerja sama dengan departemen kehutanan akan memberikan penyuluhan untuk memelihara pohon dalam berkontribusi pada lingkungan.

Saung dan dapur Udjo

Kamu bisa berkumpul bersama sambil menikmati suasana khas Sunda. Kamu juga dapat memesan makanan khas Sunda dengan harga tidak mahal dan rasa yang enak.

Saung Angklung Udjo juga memiliki:

  • Lahan parkir yang luas
  • Toko souvenir
  • Toilet yang bersih

Lokasi Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo beralamat di Jalan Padasuka Nomor 118, tidak jauh dari pusat kota Bandung. Untuk dapat mencapai Saung Angklung Udjo dengan kendaraan pribadi sangatlah mudah. Bila Kamu berkendara dari Jakarta, maka Kamu hanya perlu keluar pintu tol Pasteur kemudian lurus terus dan naik fly over melintasi Jalan Surapati dan Jalan Ph. Hasan Mustapa. Kemudian Kamu akan melihat papan penunjuk jalan Saung Angklung Udjo di ujung Jalan Padasuka. Kamu hanya perlu berbelok mengikuti papan petunjuk tersebut dan dalam jarak kurang lebih 200 meter Kamu akan tiba di Saung Angklung Udjo. Tidak perlu kuatir akan melewati tempat ini tanpa sadar karena Saung Angklung Udjo sangatlah unik dengan banyak bambu di depannya.

Bila menggunakan angkot, dari Surapati, naik angkot nomor 06 rute Cicaheum – Ciroyom (arah Cicaheum) kemudian turun di perempatan Padasuka, dari sini Kamu dapat berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter atau naik ojek menuju Saung Angklung Udjo.

Harga tiket masuk Saung Angklung Udjo

Harga tiket pertunjukkan Saung Angklung Udjo tidaklah mahal:

  • Dewasa (WNI): 60.000 Rupiah
  • Dewasa (WNA): 100.000 Rupiah
  • Pelajar (WNI): 40.000 Rupiah
  • Pelajar (WNA): 60.000 Rupiah
  • Anak-anak di bawah 3 tahun: gratis

Harga tersebut berlaku untuk hari kerja dan akhir pekan. Selain itu, tiket pertunjukan juga sudah termasuk minuman dengan pilihan: air mineral, teh, atau es lilin serta souvenir berupa gantungan kunci berbentuk angklung.

Gimana? Tertarik untuk mengeksplorasi kebudayaan Sunda? Letaknya yang strategis di tengah kota Bandung membuat tempat ini menjadi wajib Kamu kunjungi saat Weekend. Tak perlu kawatir karena untuk mencapai pusat Kota Bandung Kamu bisa menggunakan Service Shuttle yang melayani Jurusan Jakarta – Bandung, Jurusan Cirebon Bandung, atau Jurusan Kuningan – Bandung.

Article by Transmania.id